IPA 3 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPS 3 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPA 2 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPS 2 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPA 1 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPS 1 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPA 4 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

Rabu, 05 Agustus 2015

Hari Ini

Rerimbunan teteskan air mata
Anak sholeh tersenyum dalam bendungan darah
Muntahkan sekendil nanah, ingi telan kembali
Dibalik tepuk tangan ada seribu arti

By : Maghfirotus Sholihah

Perjuangan Hidup

Linangan darah perjuangan
Terngiang dibenak otak kiri
Bacaan takbir menggerakkan jiwa
Menghadapi tantangan hidup
Meski perih jiwa bila kalah
Bung jiwa bila reda
Katakana bisa jika isa
Katakan belum bila belum mampu
Hidup ini penuh tantangan
Hadapilah dengan tenang

By : Maghfirotus Sholihah (3 Juni 2013)

Pagi

Pagi..
Sapa bantal kami
Memulai menggiring pena
Dalam kelas dengan teori baru

Pagi..
Sapa tongkat dan ceramah guru
Entah sampai kapan
Kami arungi ombak disini

Pagi..
Sapa langit biru
Untuk perjalanan yang harus terlampaui
Walau terusik, meski berisik
Kursi tetap menunggu kami

By : Nur Hayati

21 April 2013

Krusak krusuk penuh dusta
Tersimpan tumpukan logat didasar samudra
Bertampang busana

Belum mengerti
Mempi esok hari
Tiga orang duduk bersila
Memegang microfon petuahberdiri, jongkok, dudk bersila

Sampaikan salam masa depan
Penuh umpan panjatan
Kebanggaan

Seonggok telinga meresapi
Seonggok pula hujani baju sendiri
Serawut marut menyanyi sendiri

By : Nur Hayati

Malam Terakhir

Esok menjadi buronan
Tanggal merah didepan mata
Termangu pada hijab malam

Senyum berkembang mekar
Sejatinya berbuah sore hari
Masih menunggu seribu pahit
Nuansa alam menggema takbir
Bergetar kolang kamit
Mewk sepanjang tabir

Suara menghantar kakiku
Berdi bersimbah dalam
Cerita duka yang menderu

Mereka ulurkan tangan bukan jabat tangan
Tapi bisikkan doa doa panjatan

Merayap pelan pelan mendayu
Tanpa sadar air mata mendayu
Dengungkan napas
Mengepal kencang
Tiada terdengar ?

Larut semua it
Membeli ikan di nampan
Dedaunan dan kertas minyak
Menjadi saksi
Sebuah malam seribu arti

By : Nur Hayati