IPA 3 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPS 3 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPA 2 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPS 2 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPA 1 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPS 1 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

IPA 4 | 22nd AL-ISHLAH SENIOR HIGH SCHOOL GRADUATION

Sendangagung Paciran Lamongan | alishlahfor3.blogspot.com

Rabu, 05 Agustus 2015

Sekotak Koyo Cabe

Kuciumi bau busuk
Kuciumi bau anyir minggu ini
Aku merindu mimpi itu pagi ini
Mimpi pada langkah mereka
Yang rajin menghadap kuasa
Ikhlas hati tanpa plu di dada

Bah,
Pucat pasi wajahku kini
Matahari makin renungi cara pasti
Ludahku, air liurku, dan tongkat di tanganku
Juga sumpah serapahku
Membumbung dengan tangis ternodai
Akan pola tingkah dan laku mereka

Apa seribu do’apun
Tidak menembus nuranimu.. ?
Adikku..

Apa sekotak koyo cabe
Perlu menyuntik derap langkahmu
Berkomunikasi dengan-Nya… ?

By : Nur Hayati (9 Mei 2013)

Baju yang Terselip

Asam manis gula jawa
Pernah hinggap di lidah
Enam tahun silam banjir air mata
Atap rumah berbeda langit
Dan payungnya berganti warna Al Ishlah

Aliran zig-zag menimang kaki
Meskipun enggan..,
Dengan tanpa sadar mengikat janji
Menjalani arus ribuan detik dan menit
Waktu waktu disini

Lembaran foto terlukis senyuman
Berlesung unik penuh ilusi
Berhambur bersama
Setangkai bunga yang layu

Hanya karena tirai putih yang ingin di buka
Menyibak katrol waktu sementara..
Hanya karena menghapus mimpi buruk
Merangkai doa sebelum berbaring
Dan Hanya mecari ridho dan sunnah
Meniti petuah kyai

Nampak sore saja hari ini
Tangis mengelabuhi jilbab putih suci
Dua perkara belum terikat erat
Tapi terselip sebuah baju kesturi
Ceramah subuh baju arsitek masa kini

By : Nur Hayati

Mati

Pada umpan yahudi dan fir’au di bumi
Pada gejolak gejolak selimut dengki
Rabbi
Azalli
Meladeni
Asap asap malam


By : Nur Hayati

Di Tengah Edan

Kompas berputar ke utaraT
empo lagu kian menggebu
Terbaca dari balik jendela
Deretan huruf memikat
Silau akan butiran embun
Semakin jelas tampak di mata
Empat huruf terulang ulang,
“edan-edan-edan”

Tiada hari tanpa korupsi
Dasar politikus yang mabuk duniawi
Andalan dasi, nurani tercoreng mati
Nasibmu jahannam abadi

Dalam edan berkubang dua huruf“D” dan “A”
Dua golongan ngebekki ndonyo
Aku pemerintah dan Aku pejabat

Edan diselimuti dua huruf“E” dan “N”
Esok hari pengemis di negerimu menyemut
Tangis seribu, terbalas senyum tengik keparat

By : Nur Hayati (1 Mei 2013)

Kiamat Esok Hari

Kekasih-Nya ngelindur
Terkuasai mimpi 

Jagad raya mandul
Kekasih-Nya tak menyambung nyawa
Karena tanam seribu cara
Nikmati indah gemerlap bintang kejora
Kejora fana meracuninya 

Kekasih-Nya tutup doa 
Tutup sujud 
Tutup lembaran suci 
Karena kiamat dimatanya 

Tapi..
Di gubuk Sendang berselimut bambu
Kutemui kiamat belum bertalu


By : Nur Hayati (27 April 2013)